
Otak-otak
Adonan ikan tenggiri berbumbu yang dibungkus daun lalu dikukus atau dibakar. Gurih dan dimakan dengan saus kacang.
Pulau Kecil, Pusat Bahasa dan Sastra Melayu
Pulau Penyengat hanya sekitar sepuluh menit naik perahu motor dari Tanjungpinang, tetapi pernah menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan Kesultanan Riau-Lingga. Masjid Raya Sultan Riau di sini dibangun pada 1832 dan dikenal dengan menara serta kubah kuning yang kontras dengan langit biru.
Di pulau ini hidup Raja Ali Haji, pujangga yang menulis Gurindam Dua Belas pada 1847 dan turut meletakkan dasar bahasa Melayu baku yang kelak berkembang menjadi bahasa Indonesia. Makam, rumah, dan peninggalan bangsawan Melayu dapat dikunjungi dengan berjalan kaki atau naik becak motor keliling pulau.
Suasananya tenang, dengan perkampungan nelayan dan lorong berpagar kuning. Cocok untuk perjalanan setengah hari dari Tanjungpinang, atau disambung dengan menjelajah kepulauan lain di Kepri.
Di Pulau Penyengat, cicipi Otak-otak dan Mi Lendir. Kuliner daerah lain

Adonan ikan tenggiri berbumbu yang dibungkus daun lalu dikukus atau dibakar. Gurih dan dimakan dengan saus kacang.

Mi kuning dengan kuah kental, disajikan bersama telur, tauge, dan cabai. Rasanya gurih dan pedas.
1 paket tersedia, mulai Rp850.000.