Cerita destinasi

Nama Wakatobi diambil dari empat pulau utamanya: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Kabupaten kepulauan di Sulawesi Tenggara ini ditetapkan sebagai Taman Nasional Wakatobi dan termasuk dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia.

Sebagian warganya adalah suku Bajo, masyarakat pelaut yang membangun rumah panggung di atas laut dangkal. Berkunjung ke permukiman mereka memberi gambaran bagaimana laut menjadi sumber hidup sekaligus tempat tinggal.

Di bawah permukaan, dinding karang yang dekat dengan pantai membuat snorkeling mudah dilakukan, bahkan oleh pemula. Pulau Hoga, yang dikenal sebagai lokasi penelitian terumbu karang, menjadi tempat menyenangkan untuk menikmati laut sambil memahami upaya menjaganya.

Mengapa layak dikunjungiTerumbu karang yang terjaga dan budaya Bajo yang khas, di kawasan yang jauh dari keramaian wisata massal.

Daya tarik & objek wisata

Wangi-WangiPulau HogaKaledupaTomiaKampung Bajo MolaKarang Kapota

Aktivitas yang bisa dilakukan

Bahari

Snorkeling terumbu karangIsland hopping

Budaya

Kampung BajoKuliner laut

Kuliner Khas yang Wajib Dicoba

Di Wakatobi, cicipi Kasuami dan Sinonggi. Kuliner daerah lain

Kasuami, kuliner khas Buton dan Wakatobi
Buton dan Wakatobi

Kasuami

Olahan singkong parut yang dikukus berbentuk kerucut sebagai pengganti nasi. Dimakan bersama ikan bakar, sayur, dan sambal.

Sinonggi, kuliner khas Sulawesi Tenggara, suku Tolaki
Sulawesi Tenggara, suku Tolaki

Sinonggi

Bubur sagu kenyal yang dimakan dengan kuah ikan dan sayur segar. Sepintas mirip papeda, tetapi dinikmati dengan lauk dan sayur khas Sulawesi Tenggara.

Tips perjalanan

  • Minta izin sebelum memotret warga atau rumah di permukiman Bajo.
  • Gunakan tabir surya ramah karang dan jangan menyentuh biota laut.
  • Akses ke Wakatobi memerlukan beberapa moda transportasi, jadi jangan menjadwalkan kedatangan terlalu mepet.
  • Bawa obat pribadi karena fasilitas kesehatan terbatas di pulau kecil.

Paket open trip ke Wakatobi

1 paket tersedia, mulai Rp3.790.000.

Destinasi lainnya